SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN AL-FAHHAM (BALEDONO,KRAJAN,PURWOREJO) !

Jumat, 30 Maret 2012

PELANTIKAN PENGURUS BARU; SEMOGA MEMBAWA ANGIN BARU
Posted on March 30, 2012 by Hamid
Sore hari menjelang magrib [25/03/12], Pondok Pesantren Al-Fahham usai mengadakan pelantikan pengurus OSIFA (Organisasi Santri Al-Fahham) yang baru periode 2012-2014. Ada sekitar dua puluh orang yang dilantik di gedung aula al-fahham, yang terdiri dari pengurus harian Putera dan puteri. Mereka diminta janji setia dan loyalitasnya dalam menjalankan tugas dan program kerja yang diagendakan dua tahun ke depan. Dengan dilantiknya seluruh pengurus OSIFA, Maka secara simbolis mereka telah dinyatakan sah menjadi pengurus dan berhak untuk mengatur masa depan OSIFA.
Acara yang dilaksanakan di gedung aula al-fahham Itu, seperti biasanya, dihadiri oleh pejabat-pejabat pemerintahan,masyarakat setempat,ulama-ulama sekitar,dan Jajaran pengurus pesantren yang lain.Acara dimulai dengan pembukaan,dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an,kemudian tahlil serta pelantikan pengurus baru OSIFA yang di kukuhkan oleh K.H.Muhammad Haekal S.Pd.I.Setelah selesai pengukuhan melantunkan lagu “Oh Pondokku”,slalu sambutan ketua OSIF,sambutan kepala desa Baledono dan acara yang terakhir adalah pengajian yang di sampaikan oleh K.H Mahmud RH.BH,
Amar Hidayat, sebagai ketua OSIFA baru, menampakkan semangatnya untuk program kerja ekstern dan intern,seraya mengharap kritikan konstruktif, baik dari pengurus,masyarakat sekitar, ataupun dari Mahasantri aktif. “Dari pada kerja kami dibicarakan dibelakang layar, Lebih baik kami kritik untuk memperbaiki kegiatan yang selanjutnya”, Tandasnya sambil memutar pandangannya ke audien yang hadir.
Keunggulan yang di tanamkan pada sisitem intern di PP Al-Fahham tidak hanya mengaji kitab-kitab,tetapi dalam nilai modern nya seperti semua santri putera dan puteri selalu berbicara/bercakap-cakap menggunakan bahasa Arab dan Inggris setiap harinya,karena PP Al-Fahham mempunyai cita-cita menjadikan wahana pendidikan yang modern seperti PP Gontor.
untuk program ekstern nya insya Alloh dalam waktu jangka pendek ini akan mengadakan kompetinsi lomba kategori anak-anak dan remaja,untuk jangka menengah mengadakan gotong royong/kerja bakti dengan masyarakat sekitar,untuk jangka panjangnya pengadaan pengobatan gratis untuk umum,semoga program kerja yang kami rencanakan dapat terlaksana,Amin












Harapan dari semua pihak, tentunya, Semoga Kepengurusan OSIFA Baru ini dapat mewarnai PP Al-Fahham dengan tinta harapan Kita semua, Amin. Selamat Beraktivitas. [Fwd]

Minggu, 19 Februari 2012

Malam pergantian tahun memang selalu menjadi malam yang tidak biasa, karena malam tahun baru selalu dihidupkan dengan keluarbiasaan. Demikian halnya yang terjadi di pesantren Al-Fahham pada malam pergantian tahun. Demi menyambut tahun 2012, malam itu pondok pesantren “A-l-Fahham” Krajan,Baledono,Purworejo menyelengarakan rangkaian acara yang berupa majelis dzikir dan doa bersama serta pentas seni yang berupa adegan drama dari santri & warga sekitar ponpes,tahun yang mengangkat tema besar “Kami Muslim Kami Bersaudara”.

Acara tersebut diikuti oleh hampir seluruh santri Pondok Pesantren Al-Fahham baik putera maupun puteri serta para ulama-ulama & warga krajan. Dimulai tepat setelah shalat isya’, acara dimulai dengan majelis zikir yang dipimpin langsung oleh pengasuh Al-Fahham, K.H Muhammad Haekal S.Pd.I. Dalam pembukaan, beliau sempat menyampaikan bahwa memang beginilah seharusnya santri merayakan malam pergantian tahun. Perayaan tahun baru ala santri, yaitu merayakan tahun baru dengan kegiatan yang lebih bermanfaat serta jauh dari sifat isrof (penghamburan).

Malam tahun baru tidak harus dirayakan dengan hura-hura. Justru malam pergantian tahun seharusnya dirayakan dengan kontemplasi serta introspeksi diri terhadap apa yang sudah dilakukan selama satu tahun sebelumnya. Dengan kontemplasi, setidaknya ada pengharapan agar hal-hal tidak baik di tahun sebelumnya, tidak terulang kembali di tahun mendatang. Namun selain dengan kontemplasi, malam tahun baru seharusnya juga dijadikan moment penegas terhadap visi dan misi seorang santri dalam satu tahun mendatang. Jangan sampai tahun 2012 tidak lebih baik dari tahun sebelumnya. Karena orang yang beruntung adalah orang yang hari esok jauh lebih baik daripada hari sebelumnya.

Pada acara tersebut, majelis dzikir ditutup dengan doa, yang dipimpin oleh K.H Mahmud RH.BH. Acara selanjutnya adalah penampilan hadroh Al-Kawakib dari ibu-ibu & Hadroh Alfannajah,selanjutnya acara pentas seni berupa adegan drama yang mengisahkan perbedaan seorang santri dengan orang yang bukan santri yang menjunjung tinggi tema “Kami Muslim Kami Bersaudara”,kemudian di lanjutkan acara pembagian hadiah untuk anak-anak TPQ &Madin,

Acara malam itu ditutup dengan penampilan hadroh Alfannajah yang di barengi dengan panorama kembang api (tetangga) di langit yang cerah. Malam itu, dan malam-malam 31 Desember lainnya memang selalu menjadi malam yang luar biasa, karena hanya pada malam itulah, ketukan satu detik menjadi penanda pergeseran sebuah sejarah. Namun keluarbiasaan tersebut, tentu tidak akan terjadi jika itu bukan merupakan kebiasaan yang berhasil dibiasakan.

Selamat menempuh tahun baru, dengan jiwa-jiwa yang baru!






Senin, 19 Desember 2011

KEGIATAN OUTBOUND TPQ AL-FAHHAM

Manfaat & Tujuan Outbound Tujuan Outbound Kegiatan ini diharapkan dapat memfasilitasi dan membantu tercapainya salah satu atau beberapa aspek dibawah ini, antara lain: Pengembangan tim (tim building) Pengembangan kepemimpinan (leadership) Pengelolaan perubahan (managing change) Pengembangan budaya organisasi (culture development) Perencanaan strategis (strategic planning) Pengembangan diri (personal development) Manfaat Outbound Mempertebal rasa kepercayaan diri Menumbuhkan rasa keberanian mengambil resiko Meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan Membangkitkan kepekaan dan saling pengertian antar kelompok Menumbuhkan motivasi dan berperan aktif Mengembangkan rasa keyakinan untuk mengubah sesuatu yang dianggap ‘tidak mungkin’ menjadi ‘mungkin’ Melahirkan semangat baru yang nantinya menjadi energi baru Target Tersedianya wahana dan pengalaman kerjasama tim yang menyenangkan bagi peserta Peserta berani mengaktualisasikan potensi-potensi dalam dirinya Peserta lebih optimis dalam menghadapi lingkungan kerja selanjutnya.

Selasa, 13 Desember 2011

Pecinta Santunan Anak Yatim Piatu & Dhuafa

Pecinta Anak Yatim Piatu dan Dhuafa "sekecil apapun harta yang disedekahkan dengan ikhlas, niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan dari-Nya." "Beramallah semaksimal yang kamu mampu, karena Allah tidak akan bosan sebelum kamu bosan, dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang kontinyu (terus-menerus) walaupun sedikit." (H.R.Bukhari) "Alangkah Mulianya santunan anak yatim piatu dan dhuafa diberikan setiap bulan bukan pada bulan Muharram saja" "Kebutuhan anak yatim piatu dan dhuafa bukan hanya dibulan Muharram saja, jika semua kita milih-milih waktu untuk menyantuni anak yatim piatu sebatas dibulan muharram, lalu bagaimana kehidupan mereka dibulan-bulan lainnya.........?" 06 Desember 2011,Al-Fahham Islamic Boarding School With TPQ Al-Fahham

Rabu, 30 November 2011

Ikhlas dan Niat

Ikhlas dan Niat Allah berfirman : ( Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Mereka itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan ) Huud : 15-16 Dari Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya segala pekerjaan itu ( diterima atau tidaknya di sisi Allah )hanyalah tergantung niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang diniatkannya, maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau seorang wanita yang akan dia menikah dengannya, maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan. HR. Muttafaq 'alaih. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya orang yang pertama kali diputuskan perkaranya di hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid di jalan Allah, maka dia didatangkan, dan diperlihatkan kepadanya segala nikmat yang telah diberikan kepadanya di dunia, lalu ia mengenalinya, maka Allah berkata kepadanya : apa yang telah kamu lakukan dengan nikmat ini ? maka orang itu menjawab : aku berperang di jalan-Mu sampai mati syahid, maka Allah berkata : kamu berdusta, akan tetapi kamu berperang agar dikatakan bahwa kamu adalah seorang pemberani, dan yang sedemikian itu telah diucapkan ( kamu telak dipuji-puji dst sebagai imbalan apa yang telah kamu niatkan.pent. ) maka diperintahkan supaya dia diseret di atas mukanya sampai dilemparkan di api neraka, dan seseorang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya, dan menghapal al-Qur'an, lalu dia didatangkan dan diperkenalkan kepadanya segala nikmat yang telah dikaruniakan kepadanya di dunia, maka diapun mengenalinya, maka dikatakan kepadanya : apa yang telah kamu lakukan dengan nikmat ini ? maka dia menjawab : aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain, dan membaca al-Qur'an untuk-Mu. Maka Allah berkata : kamu berdusta, akan tetapi kamu belajar dengan tujuan agar engkau dibilang seorang alim, dan engkau membaca/menghapal al-Qur'an supaya dibilang engkau seorang penghapal/pembaca al-Qur'an yang baik, dan semua itu sudah dikatakan ( kamu telah mendapat pujian yang kamu harapkan sebagai imbalan niatmu ) lalu diperintahkan agar dia diseret di atas mukanya sehingga dia dilemparkan ke api neraka, dan seseorang yang Allah berikan kepadanya keluasan rizki dan diberikan kepadanya segala macam harta, lalu dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya segala nikmat yang telah diberikan kepadanya dan dia mengenalinya, maka Allah berkata kepadanya : apa yang kamu kerjakan dengan nikmat ini ? maka dia menjawab : tidak ada suatu jalan yang Engkau suka harta yang telah Engkau berikan agar dibelanjakan padanya kecuali aku telah membelanjakan harta itu di jalan tersebut karena Engkau, maka Allah berkata : Kamu berdusta, akan tetapi kamu melakukan itu agar dibilang bahwa kamu adalah seorang dermawan dan yang sedemikian itu telah dikatakan ( kamu telah mendapat pujian tersebut di dunia sebagai imbalan dari niatmu itu ), lalu diperintahkan agar dia diseret di atas mukanya sehingga dia dilemparkan ke api neraka. HR.Muslim Keterangan singkat : Niat adalah dasar segala perbuatan, oleh karena itu setiap perbuatan manusia diterima tidaknya disisi Allah sebatas niatnya, maka barangsiapa mengerjakan suatu pekerjaan niatnya murni karena Allah dan mengharapkan ganjaran akhirat, sedang perbuatannya itu sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka amalnya akan diterima oleh Allah, dan barangsiapa niatnya untuk selain Allah atau tidak ikhlas karena Allah seperti dia menyekutukan-Nya dengan makhluk, maka pekerjaannya itu akan ditolak dan akan menjadi bencana baginya. Hikmah yang dapat diambil dari ayat dan hadits di atas : Bahwa dari syarat diterimanya amal adalah ikhlas yaitu bermaksud dengan amalnya itu karena Allah Ta'ala. Pentingnya ikhlas, karena amal tanpa ikhlas akan menjadi bencana bagi yang mengerjakan pekerjaan tersebut, walaupun pekerjaan tersebut termasuk dari perbuatan ibadah yang mulia ( seperti memberikan sedekah, membaca al-Qur'an, mengajarkan ilmu bagi orang lain, bahkan mati syahid dalam medan perang melawan orang-orang kafir). Bahwa baiknya bentuk suatu pekerjaan tidak cukup untuk diterimanya amal itu di sisi Allah akan tetapi harus dibarengi dengan niat ikhlas. Wajibnya memperbaiki niat dalam segala perbuatan, dan berusaha keras untuk selalu ikhlas dalam beramal. By:Al-Faham Islamic Boarding School Purworejo